status updated

STATUS UPDATED!
Disciplined mind bring happiness, undisciplined mind bring chaos.

July 17, 2011

Sabar menghadapi bala dan kesukaran

Assalammualaikum W.B.T... 
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

Dimasa lampau ada dua orang mukmin dan kafir, keduanya pergi untuk memancing ikan. Si kafir jika akan mengangkat jalanya menyebut nama berhalanya, maka ia mendapat ikan yang banyak sedang si Mukmin jika akan mengangkat jalanya menyebut nama Allah s.w.t. tetapi tidak mendapat apa-apa. Apabila hari telah hampir maghrib baru mendapat ikan dan ketika diangkat tiba-tiba ikan itu bergerak-gerak dan jatuh kedalam air kembali, maka kembali siMukmin tidak membawa apa-apa sedangkan si kafir penuh jalanya dengan ikan. Maka menyesal



Malaikat yang menjaga siMukmin itu dan ketika ia naik kelangit, Allah s.w.t. memperlihatkan kepada Malaikat itu tempat yang disediakan oleh Allah s.w.t. untuk si Mukmin dalam syurga sehingga Malaikat itu berkata: "Demi Allah tidak bererti (tidak apa-apa) penderitaannya didunia jika kelak ia akan mendapat ini." Juga diperlihatkan tempat sikafir dalam neraka, maka Malaikat itu berkata: "Demi Allah tidak berguna apa yang ia dapat daripada dunia, jika kelak ia akan kembali kesini."
Pada hari kiamat Allah s.w.t. akan menolak alasan empat orang dengan empat iaitu:
  • Menolak alasan orang-orang kaya dengan nabi Sulaiman a.s. Jika sikaya berkata: "Kekayaan itulah yang menyebabkan aku sibuk sehingga tidak sempat beribadat." Maka dijawab: "Engkau tidak lebih kaya dari Sulaiman tetapi kekayaannya tidak melupakan dari iabdat."
  • Jika hamba sahaya berkata: "Kerana saya sebagai hamba sahaya maka tidak dapat bebas untuk beribadat kepadaMu." Maka Allah s.w.t. menjawab: "Yusuf a.s. menjadi hamba sahaya 
    tetapi kehambaannya tidak menghalangi untuk melakukan ibadat."
  • Jika si miskin berkata: "Kemiskinanku itulah yang menghalangi untuk beribadat kepadaMu." Maka Allah s.w.t. menjawab: "Engkau tidak lebih miskin dari Isa a.s. tetapi Isa a.s. tidak terhalang untuk melakukan ibadat."

  • Jika terhadap orang yang sakit dengan Nabi Ayyub a.s. Jika sisakit berkata: "Penyakitku itulah yang menghalangi aku untuk beribadat." Maka Allah s.w.t. menjawab: "Penyakitmu tidak lebih berat dari penyakit Ayyub a.s. tetapi ia tidak terhalang untuk ibadat kepadaKu."
Sehingga tidak ada alasan bagi orang yang akan beralasan disisi Allah s.w.t. pada hari kiamat. Orang-orang solihin senang dengan penyakit dan kesukaran itu kerana menjadi penebus dosa.

Abud Dardaa' r.a. berkata: "Orang tidak suka kemiskinan dan saya suka dan tidak suka mati dan saya suka dan tidak suka penyakit dan saya suka. Saya suka penyakit kerana menjadi penebus dosa-dosaku dan aku miskin sebab menyebabkan tawadduk kepada Allah s.w.t. dan suka mati kerana rindu kepada Allah s.w.t.

Ibn Mas'ud r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Tiga macam yang mendapatkannya maka ia telah mencapai kebaikan dunia akhirat iaitu:
  • Ridha pada qadha' dan takdir
  • Ssabar atas bala ujian
  • Berdoa diwaktu senang
Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: "Seorang datang kepada Nabi Muhammad s.a.w. yang sedang berbaring, maka ia bertanya: "Sakit apakah, ya Rasulullah?" jawab Nabi Muhammad s.a.w. "Al-Khamashu (lapar)." Maka menangislah orang itu, lalu keluar untuk bekerja membantu orang yang menimba air dengan upah kurma, kemudian ia kembali ketempat Nabi Muhammad s.a.w. untuk memberi kurma itu. Maka Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Saya rasa engkau tidak membuat ini melainkan kerana engkau cinta kepadaku?' Jawab orang itu: "Benar, demi Allah s.w.t. saya cinta kepadamu.' Sabda Nabi Muhammad s.a.w. 'Jika engkau benar-benar cinta kepadaku maka siapkan untuk menghadapi ujian bala itu baju yang tebal sebab bala lebih cepat datangnya kepada orang yang cinta kepadaku lebih daripada datngnya air bah dari atas bukit kedalam jurang.'

Uqbah bin Amir r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: 'Jika engkau melihat seseorang diberi Allah s.w.t. semua hajatnya padahal ia tetap berbuat maksiat, maka ketahuilah bahawa itu istidraj (dilulu)." Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. membaca ayat (yang bermaksud): "Dan ketika mereka telah melupakan apa yang diajar oleh Allah, Kami bukakan bagi mereka semua pintu kepentingannya sehingga mereka telah gembira dan bangga dengan apa yang mereka dapat. Kami ambil mereka secara mendadak, tiba-tiba mereka melongo (putus harapan)." (Surah Al-An'aam ayat 44)

Abu Hurairah r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w. ditanya: "Siapakah manusia yang sangat berat ujiannya (balanya)" Jawab Nabi Muhammad s.a.w. "Para Nabi kemudian orang-orang shalihin, kemudian orang yang serupa dan yang dibawanya."

Tiga macam termasuk dalam perbendaharaan taat iaitu:
  • Menyembunyikan sedekah
  • Menyembunyikan penyakit
  • Menyembunyikan bala musibah
Wahb bin Munabbih berkata: "Saya telah mencatat dari kitab seorang dari hawariyin : Jika ditimpa kepadamu bala maka senangkan hatimu sebab engkau telah dijalankan dijalanan para Nabi dan Solihin dan jika engkau diberikan kepadamu kesenangan maka menangislah sebab engkau telah dijalankan dijalanan yang berlawanan dengan jalan yang dijalani oleh para Nabi dan Solihin." Juga Allah s.w.t. telah mewahyukan kepada Nabi Musa a.s bin Imran yang serupa ini.

Fateh Almaushili ketika ditimpa kelaparan dengan keluarganya, maka ia berdoa demikian: Ya Tuhan, andaikan saya mengetahui dengan amal apakag saya mendapat cubaan ini, supaya saya bertambah dari amal itu."
Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Siapa yang sedikit hartanya dan banyak keluarganya dan baik sembahyangnya dan tidak suka ghibah pada orang-orang muslimin, maka akan datang dihari kiamat bersamaku." Sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah.

Mujahid dari Abu Hurairah r.a. berkata: 'Demi Allah yang tiada Tuhan kecuali Dia, adakalanya aku terpaksa menekan perutku ditanah kerana lapar dan adakalanya saya terpaksa mengikat batu diperutku kerana lapar. Dan pernah pada suatu malam saya terpaksa duduk dijalanan umum, maka berjalan Abu Bakar lalu saya tanya tentang ayat dari Al-Quran, tidak ada maksud untuk bertanya tetapi supaya ia mengajak aku pergi kerumahnya, tetapi ia berjalan terus dan tidak berbuat apa-apa. Kemudian berjalan Umar juga saya tanya suatu ayat, bukan tujuan bertanya tetapi semata-mata supaya mengajak saya kerumahnya, tetapi ia berjalan terus dan tidak mengajak saya. Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. berjalan maka tersenyum ketika melihat aku dan mengerti isi hatiku. Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. berkata: "Ya, Abu Hurairah." Jawabku: "Labbaika ya Rasulullah." Sabda
Nabi Muhammad s.a.w. "Ikutlah aku." dan terus berjalan dan aku mengikutnya sehingga masuk kerumahnya dan aku minta izin maka diizinkan dan ketika saya masuk kelihatan segelas susu. Nabi Muhammad s.a.w. bertanya: "Dari mana ini?" Jawab isterinya: "Fulan atau fulanah mengirim hadiah untukmu." Nabi Muhammad s.a.w. berkata: "Ya Abu Hurairah." Jawabku: "Labbaika." Nabi Muhammad s.a.w. berkata lagi: "Pergilah engkau kepada ahlisshuffah, panggil mereka kemari." Sungguh berat bagiku perintah ini, apakah ertinya susu itu jika kedatangan ahlisshuffah, saya merasa lebih berhak untuk minum seteguk untuk mengembalikan kekuatanku tetapi tidak boleh tidak harus taat kepada Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w., maka saya pergi memanggil ahlisshuffah, maka datanglah semuanya dan minta izin dan sesudah mereka sama-sama duduk, Nabi Muhammad s.a.w. memanggil saya: "Ya Abu Hurairah, terimalah gelas ini dan berikan kepada mereka satu persatu." Maka saya terima gelas itu dan saya edarkan kepada mereka satu persatu meminum sehingga puas, sehingga selesai dan kemabli kepada Nabi Muhammad s.a.w. sedang semua orang sudah puas maka Nabi Muhammad s.a.w. menerima gelas itu dan diletakkan ditangannya, lalu Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Tinggal saya dan engkau?" Jawabku: "Benar, ya Rasulullah." Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Duduklah dan minum." maka saya duduk dan minum sedang Nabi Muhammad s.a.w. selalu mengulang perintahnya: "Minumlah." sehingga saya berkata: "Demi Allah yang mengutuskan mu dengan hak sudah kenyang dan tidak ada tempat lagi." Lalu saya serahkan gelas itu kepada Nabi Muhammad s.a.w. maka Nabi Muhammad s.a.w. mengucapkan Alhamdulillah lalu minum sisa susu itu."

Abul Laits berkata: Adanya sahabat Nabi Muhammad s.a.w. dalam kesukaran dalam mengahadapi gangguan, penganiayaan orang kafir Quraisy, juga menderita kelaparan tetapi mereka sabar sehingga Allah s.w.t. memberikan kelapangan bagi mereka, demikianlah siapa yang sabar maka akan mendapat kelapangan dan tiap kesukaran akan berubah dengan keringanan dan orang-orang sholihin yang mengerti selalu merasa gembira jika menderita kesukaran sebab mereka mengenal dan yakin terhadap pahala yang dijanjikan oleh Allah s.w.t.

Usman bin Abdul-Hamid bin Laahiq dari ayahnya dari neneknya dari Muslim bin Yassar berkata: "Ketika saya tiba di Bahrein, saya dijamu oleh seorang perempuan yang kaya dan banyak anak-anaknya dan budak sahayanya tetapi saya melihatnya selalu susah dan ketika saya akan meninggalkan Bbahrein saya bertanya kepadanya apakah ada hajat? Jawabnya: "Ya, jika engkau datang kenegeri ini lagi saya harap tinggal disini." Maka pergilah saya, beberapa tahun kemudian saya kembali ke Bahrein, tetapi saya melihat dimuka pintunya tidak ada lagi budak penjaga, maka saya minta izin kepadanya, tiba-tiba ia terlihat berseri muka kesenangan dan tertawa, maka saya bertanya: "Bagaimana keadaanmu?" Jawabnya: "Ketika engkau pergi meninggalkan tempat ini, maka kami selalu mendapat ujian, tiap mengirim barang dilauttenggelam dan perdagangan didarat selalu medapat gangguan bala sehingga habis budak-budak dan anak-anak mati." Saya bertanya: "Yarhamukillah, tetapi dahulu saya melihat kamu susah selalu dan kini nampak senang dan gembira." Jawabnya: Ketika saya menerima kenikmatan dunia selalu saya takut kalau-kalau pahala hasanatku dibayar habis oleh Allah s.w.t. didunia ini dan kini ketika harta kekayaanku habis dengan anak-anakku, saya tetap berharap semoga Allah s.w.t. telah menyediakan untukku diakhirat kebaikan, maka kerana itu saya gembira."

Alhasan Albashri berkata: "Ada seorang sahabat melihat wanita yang telah dikenalnya sejak zaman jahiliyah, maka diajak bicara kemudian ditinggalkan tetapi orang lelaki itu sambil berjalan selalu menoleh kepada wanita itu sehingga terbentur mukanya kedinding yang membekas dimukanya, kemudian ia datang memberitahu hal itu kepada Nabi Muhammad s.a.w. maka Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Jika Allah s.w.t. mengkehendaki kebaikan kepada seseorang maka menyegerakan hukumannya didunia."
Ali bin Abi Thalib r.a. berkata: "Sukakah saya beritahukan kepadamu ayat yang memberi harapan besar?" Jawab mereka: "Baiklah." Maka Ali r.a. membaca: "Wamaa ashaabakum min mushibatin fabimaa aidikum waya'fu ankatsir. (Assuya 30) (Yang bermaksud): Dan apa yang menimpa kepadamu dari mushibah, maka itu disebabkan amal perbuatanmu sendiri dan Allah telah memaafkan sebahagian yang banyak atau sedang yang dimaafkan oleh Allah sangat banyak."

Maka semua musibah yang menimpa itu akibat dosa-dosa kita, jika Allah s.w.t. akan membalas didunia, maka siapa yang telah dihukum didunia maka tidak akan diulangi diakhirat, demikian pula jika Allah s.w.t. telah memaafkan seseorang maka tidak akan dituntut siksa pada hari kiamat.
Aisyah r.a berkata : "Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Tiada menimpa kepada seorang mukmin suatu musibah dari duri atau yang lebih dari itu melainkan Allah s.w.t. menggugurkan dengan itu satu dosa."

No comments:

Post a Comment

pageviews